PENGEMBANGAN MANUSIA DALAM KERANGKA PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN MANUSIA DALAM KERANGKA PENDIDIKAN

diambil dari berbagai sumber untuk  mata kuliah  Studi Masyarakat Indonesia 

 Oleh:  Edysuyatno

Manusia  sebagai mahkluk Tuhan, memiliki sifat kodrati sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk social, susila dan religius. Hal ini harus dikembangkan secara selaras dan seimbang.. Tanpa manusia lain, diri manusia itu sangatlah tidak berarti.  Tanpa ada manusia lain atau tanpa hidup bermayarakat, sesorang tidak dapat menyelenggarakan hidupnya dengan baik.

Guna meningkatkan kualitas hidup,,manusia memerlukan pendidikan, baik pendidikan formal, informal maupun non formal. Dalam kenyataannya, bahwa pendidikan merupakan pembimbingan dari sejak berlangsungnya zaman primitive. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orang tua dan anak.

A.      Pengembangan manusia sebagai makhluk individu.

Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggiris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi indvidu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan.  Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi.

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Tidak ada manusia yang persis sama. Keunikan sebagai ciri khas manusia dapat berkembang atas pengaruh lingkungan ( fenotif ) dan factor genotif( factor yang dibawa sejak lahir). Perkembangan ini akan membentuk karakter seseorang.    Dan pembentukan karakter yang baik memerlukan pendidikan yang baik pula.

Sebagai makhluk individu, manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai penndidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkan dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri

B.      Pengembangan manusi sebagai makhluk social.

Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk social . Didalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian.  Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Dalam kehidupan manusia  selanjutnya, akan selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan warga masyarakat dan warga Negara.

Manusia dikatakan sebagai mahkluk social, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan ( interaksi ) dengan orang lain,  manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup ditengah- tengah manusia.

Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia yang memilki sifat yang khas, yang akan menjadikan  hubungan yang lebih baik, bermanfaat, adalah kegiatan pendidikan. Menurut Imanuel Kant: “ manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”

C.      Pengembangan manusia sebagai makhluk susila

Dalam proses  hubungan antar manusia dalam berinteraksi, manusia membawa identitas , karakter dan kepribadian masing masing. Oleh karena itu, keadaan yang bermacam macam akan terjadi berbagai konskuensi  ‘ baik atau  buruk ‘atas tindakan nya itu.

Aspek ‘ susila ‘ merupaka aspek penting yang dapat menetapkan tingkah laku yang baik .  Melalui aspek susila manusia dapat memikirkan  dan menetapkan aturan – aturan norma. Dengan aturan, norma dibuat untuk menjadikan manusia menjadi lebih beradab. Manusia  lebih menghargai nilai-nilai moral yang  membawa mereka menjadi lebih baik

Melalui pendidikan , diharapkan mampu menumbuhkan manusia yang bersusila, karena hanya dengan pendidikan kita dapat memanusiakan manusia. Dengan pendidikan pula, manusia dapat menjadi lebih baik daripada sebelumya. Dengan pendidikan ini, manusia juga dapat melaksanakan dengan baik norma –norma yang ada dalam masyarakat

D.      Pengembangan manusia sebagai mahkluk religius

Sejak awal kehidupan manusia, selalu terhenti dengan berbagai pertanyaan. Darimana asal usul manusia ?  asal-usul semut  dan binatang lainnya ? bagaimana tiba-tiba awan tiba  dan sebentar lagi menghilang ?   bintang bertebaran di langit, system tata surya, mengapa tidak bertabrakan ? dan masih banyak lagi pertanyaan yang terhenti pada jawaban; ‘ semua memang ada yang mengatur ‘ diluar kekuatan manusia dan mahkluk hidup ada kekuatan luar biasa.  Manusia percaya hal ini., karena manusia sebagai makhluk religious.

Manusia dapat berpikir, berusaha dan menentukan mana yang benar dan mana yang baik., Disisi lain manusia memiilki keterbatasan dan kekurangan. Manusia yakin bahwa  ada kekuatan lain, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta Alam semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia, jika manusia mempercayai Sang Maha Pencipta yang mengatur system kehidupan dimuka bumi ini.

Melalui pendidikan yang tepat, manusia dapat menjadi mahkluk yang  mengerti bagaimana seharusnya manusia  sebagai mahkluk Tuhan.  Manusia dapat  mengembangkan pola pikir , mempelajari tanda- tanda kebesaran Tuhan.

Medio April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters
%d bloggers like this: