SEJARAH NAMA INDONESIA

SEJARAH   NAMA  INDONESIA

diambil dari beberapa sumber untuk mata kuliah  STUDI MASYARAKAT INDONESIA 

Oleh: Edysuyatno

 

Dari beberapa catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara ( tanah kepulauan seberang ). Dari bahasa Sansekerta: dwipa ( pulau ) dan antara ( luar, seberang )  Konon kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian Sinta, istri rama yang diculik Rahwana, sampai ke Swarnadwipa ( pulau emas, yang diperkirakan Pulau Sumatra ) yang terletak di  kepulauan Dwipantara.

            Bangsa bangsa Eropa yang pertama kali datang datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, Persia,India, dan Tiongkok.   Bagi mereka , daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semua adalah HINDIA   Zasirah Asia Selatan, mereka sebut Hindia Muka dan daratan Asia Tenggara dinamai Hindia Belakang. Sementara Kepulauan ini  memperoleh nama KEPULAUAN HINDIA atau HINDIA TIMUR.

Unit politik yang terletak di bawah jajahan Belanda memilikinnama resmi NEDERLANDSCH- INDIE ( HINDIA – BELANDA )

            Pada tahun 1847 di Singapura, terbit sebuah majalah ilmia tahunan  JIAEA = Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia,  yang dikelola JR Logan ( 1819 -1869 ).  Tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, G. Samuel Windsor Earl ( 1813- 1865 ) menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.  Dalam majalah JIAEA, volume IV,  Earl melulis artikel “ On the leading Characteristics of the Papuan,  Australian and Makay- Polynesian Nations” ( Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu- Polinesia). Dalam artikel ini Earl ,  menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk bagi penduduk Kepulauan Hindia  atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas,, sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain .  Earl mengajukan dua pilihan nama : Indunesia atau  Malayunesia

            Earl , sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia   ( Kepulauan  Melayu ) daripada  Indunesia ( Kepulauan Hindia ). Sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu.  Sedangkan  Indunesia  bisa digunakan untuk Ceylon ( sebutan” Srilangka” saat itu )

Dalm JEAEA  volume IV itu juga ,J R Logan , menulis artikel ‘The Ethnology of the Indian Archipelago ‘ (‘ Etnologi  dari Kepulauan Hindia ‘). Dari awal tulisannya , Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi Kepulauan Hindia , sebab istilah Indian Archipelago ( Kepulauan Hindia ) terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang di buang Earl, dan huruf ‘ u’ digantinya dengan huruf ‘ 0 ‘ agar ucapannya agar lebih enak. Maka lahirlah istilah INDONESIA.

            Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada majalah JEAEA, volume IV, halaman 254 dalam tulisan J R  Logan,( diterjemahkan ke Bahasa Indonesia ):………………..

………………………… “ Mr Earl menyarankan istilah etnografi “ Indunesian “, tetapi menolaknya dan mendukung “Malayunesian “. Saya lebih suka istilah geografi murni “ Indonesia “, yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau- pulau Hindia atau Kepulauan Hindia………………………………..

 

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan tulisan ilmiahnya,  dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuan bidang etnologi dan geografi.

            Pada tahun 1884, guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian, menerbitkan buku” Indonesien order die Inseln des Malayischen Archipel “ ( “ Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu “) sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang mempopulerkan istilah ‘Indonesia’ dikalangan sarjana Belanda, sehingga timbul kesan anggapan bahwa istilah “ Indonesia “ itu ciptaan Bastian.   Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam encyclopedie van Nederlandch – Indie tahun 1918. Pada kenyataannya, Bastian mengambil istilah “ Indonesia” dari tulisan – tulisan LOGAN.

            Orang Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia “ adalah Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara ) ketika dibuang ke negara Belanda tahun 1913, ia mendirikan sebuah biro pers dengan  Indonesische Pers –bereau

Politik

Pada tahun 1920-an nama’ Indonesia’ yang merupaka istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh- tokoh pergerakan kemerekaan Indonesia, sehingga nama’ Indonesia’ akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Sebagai akibatnya, pemeritah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

            Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels  Hoogeschool ( Sekolah Tinggi Ekonomi ) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa  Hindia di Negera Belanda ( yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging ) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau  Perhimpoenan Indonesia . Majalah mereka , Hindia Poetra  berganti nama menjasi  Indonesia  Merdeka

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,

            “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang, mustahil disebut “ Hindia – Belanda “, juga tidak “ Hindia “ saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik. Karena melambangkan dan cita-cita suatu tanah air di masa depan,dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia, akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya”.

 

Di Indonesia Dr Sutomo, mendirikan Indonseische  Studi Club pada tahun 1924.  Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij ( Natipij). Akhirnya nama “ Indonesia “ dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa, bahasa, pada Kerapatan PemoedaPemoedI Indonesia tangga 28 Oktober 1928 ,yang kini dikenak dengan sebutan Sumpah pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad( Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda ) Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojp, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama Indonesie diresmikan sebagai pengganti nama “ Nederlandsch- Indie” Permohonan ini ditolak.

Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama “ Hindia – Belanda”  .Pada ta

Surabaya, medio Februari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters
%d bloggers like this: