SEPUTAR HOMESHOOLING ( TULISAN KEDUA )

MENGAPA HARUS HOMESHOOLING  ?

OLEH : EDY SUYATNO

Menurut tulisan Brian D .Ray.Ph.D (  2005, A.Homeshooling Research Story…), homescholing adalah pendidikan berbasis rumah yang dipimpin orang tua,   merupakan praktek pendidikan tradisional setua jaman yang sedasawarsa lampau tampak sebagai paling baru dan ” alternatif “, namun sekarang berkembang menjadi’ arus utama’ di Amerika Serikat( AS)

Homeshooling mungkin bentuk pendidikan yang tumbuh paling cepat di AS ( sekitar 5 % sampai 12 % pertahun ) Pendidikan berbasis rumah juga  tengah tumbuh di banyak negara di seluruh dunia.

Alasan – alasan yang paling umum; mengapa harus  homeshooling ,  adalah sebagai berikut

– mengkustomisasi atau menyesuaikan secara individu kurikulum  dan lingkungan belajar untuk setiap anak

– pencapaian prestasi yang lebih daripada sekolah

– menggunakan pendekatan pedagogi yang berbeda dengan yang tipikal di lembaga sekolah

– meningkatkan hubungan keluarga antara anak dan orang tua dan antara kakak dan adik

– interaksi sosial yang terbimbing dan logis dengan kawan sebaya dan orang dewasa

– menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi anak dan pemuda dari banyak pengaruh negatif

– mengajarkan paket nilai- nilai,  kepercayaan dan wawasan dunia tertentu

Seperti tertulis di atas bahwa, para pelajar pendidikan rumah secara umum meraih nilai diatas rata-rata pada ujian SAT ( Scholastik Aptitude/ Assesment  Test = Ujian penilaian kecakapan untuk melanjutkan ke universitas ) dan   ACT ( American College Test = ujian masuk universitas Amerika )  yang menjadi pertimbangan penerimaan calon mahasiswa di  universitas.    Semakin banyak pelajar ‘ homeshooling ‘  yang direkrut secara aktif oleh universitas- universitas.

Perkembangan sosial,  emosional dan psikologi,  bagaimana ?

– Mereka yang dididik di rumah berprestasi dengan baik.   Sedangkan secara umum di atas rata-rata,   pada pengukuran perkembangan sosial,  emosi,   dan psikologi . Pengukuran riset termasuk interaksi dengan rekan sebaya,  konsep diri,  kecakapan kepemimpinan

– Para pelajar ‘homeshooling’  biasa  terlibat dalam kegiatan sosial dan pendidikan di luar rumah  dan orang -orang lain, selain anggota keluarga inti mereka. Mereka biasa terlibat dalam kegiatan sosial, politik, perjalanan ke lapangan , tim olahraga,  dan kegiatan relawan masyarakat.

Melihat perkembangan homeshooling di AS, sangat mungkin masyarakat kita akan mempertimbangkan, untuk mencari informasi lebih banyak      Dan menjadi satu  ‘pilihan’ homeshooling sebagai alternatif.              Mengapa menjadi jatuh pada pilihan ?                           Mungkin dari kondisi yang dirasakan, dilihat  di sekolah ( formal )  sebagai berikut:

– Sementara  orang tua  menyekolahkan, dengan harapan guru /pihak sekolah melakukan satu hal saja yaitu : menolong anak-anak belajar.       Tetapi jika anak- anak tidak belajar, guru tidak mencoba metode/ cara baru sampai anak – anak berhasil  paham benar  atas materi yang dihadapi.  Guru  terus saja melanjutkan pelajaran untuk mengejar target kurikulum, dengan meninggalkan anak anak yang  sebagian belum paham materi pelajaran.        Memang kesalahan ada pada sistem: seorang guru mengajar banyak anak, tapi kesalahan dilimpahkan kepada anak.   Anak ditempeli cap  pemalas,  cap bodoh,  diberikan ranking terendah .

– Kalau anak  -anak menjadi pintar,  sekolah berbangga diri dan dipuja- puja,  Kalau anak-anak nilai buruk, yang salah  anak-anak itu sendiri, bahkan orang tua dinilai tidak mau membimbing anak belajar atau menjatuhkan tuduhan tentang kondisi keluarga yang tidak harmonis- lah atau tuduhan lainnya. Anak yang menyulitkan sekolah  (dianggap kurang mampu ) ditendang keluar, disarankan mutasi kesekolah lain. Sekolah tidak pernah mau bertanggung jawab  ataupun mengakui bahwa  mereka gagal membimbing anak belajar.

– anak -anak yang paling membutuhkan bimbingan malah dihukum dengan nilai buruk, disetrap, ranking rendah dan dihancurkan kepercayaan dirinya. Sungguh kurang manusiawi .

maaf, ini sebagai renungan pihak guru/ sekolah

5 mei 2011. mased.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters
%d bloggers like this: