Kasus Siami belum selesai

Kasus ‘siami’ belum terselesaikan

oleh : Edy Suyatno

20 Juni 2011

Siami yang melaporkan adanya  sontek masal di SDN Gadel II Surabaya, menjadi kasus besar.  dibicarakan oleh segala lapisan masyarakat diseluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia lewat internet . Walaupun  Menteri Pendidikan Indonesia ,Pak Nuh, sudah mengatakan masalahnya  selesai. Namun sebenarnya belum. Betapa tidak

Pak Menteri mengatakan di SDN Gadel II tidak terjadi sontekan masal.  Yang ada hanya perintah nyontek oleh gurunya dan diketahui Kepala Sekolahnya.  ( Guru dan Kepala Sekolah telah mendapat sanksi dari Walikota Surabaya ). Tetapi Siami tetap ngotot, bahwa  ada sontekan  masal. Disisi lain  Siami didemo warga / tetangganya sesama wali murid, yang kawatir dengan laporan itu anak-anak mereka kena sanksi/ tidak lulus. Siami diusir dan kembali ke Gresik.

Setidaknya muncul  dua masalah  beriringan. Pertama  masalah pendidikan ‘ Sontekan ujian Nasional’ dan yang kedua masalah  sosial ‘ pengusiran si Siami  / terkucilnya Siami dari lingkungannya.

Masalah pendidikan ‘terjadinya sontekan masal’ sepertinya dianggap  masalah kecil / sepele atau disepelekan? Ini sebenarnya sama  dengan kentut  yang tidak kelihatan tapi ada baunya.  Sontekan  di SD itu ada, tidak saja di SDN Gadel tapi tidak kelihatan di tempat lain.  Kalau para birokrat mengatakan tidak ada itu sebenarnya hanya  bentuk tanggung jawab dan politis saja.  Kalau tidak tahu beneran ya…. karena tidak peka.  Langkah pembinaan  memang ada. Setelah kasus itu Walikota langsung mengambil alih pembinaan kepada Guru kelas VI, Kepala Sekolah dan Pengawas TK/SD serta Kepala UPTD.     Apa dengan itu akan selesai ?  mudah- mudahan.

Itu penyakit yang sudah kronis. Ujian Nasional untuk bahan masuk  jenjang yang lebih tinggi, guru berlomba agar anak didiknya banyak yang masuk  Sekolah Negeri.Cara curangpun diterjang.  Selalu ada peringkat, agar terjaga peringkatnya segala macam cara ditempuhnya.  di SMP- SMA/ SMK banyak kecurangan ” lewat SMS’ jawaban unas masuk HP yang di bawa  peserta didik.  Ini benar  ada. dan banyaaaak sekali.     Setelah di konfirmasi kepada pejabat terkait , jawabnya: ‘,  ‘ah itu SMS hanya orang iseng dan ingin mengaco Unas, jangan percaya itu….. ternyata jawaban yang diterima di SMS  cocok,sama kunci jawaban. Aneh kan ?  para pejabat tidak tahu ? para pengawas tidak tahu ? sangat ironis!  Kata  birokrat dan pejabat terkait bahwa  tidak mungkin anak nyontek lewat SMS, karena HP sudah  dikumpulkan dan disimpan di sekolah.   Lo… ini  kok pejabat tidak ada yang tahu, bahwa sekalipun sudah dikumpulkan tapi si anak didik tetap masih simpan HP lagi. Ada laporan temuan IPM,( Kompas com 25 April 2011)

Permasalahan tersebut tidak selesai jika Menteri  mengatakan’ di SDN Gadel tidak ada  sontekan masal’  dan tidak selesai dengan mengunjungi rumah si Siami di Gresik dan untuk segera dipulangkan .    Masalah tersebut akan hilang dan selesai ……………. jika  pelaksanaan unas, dikembalikan pada aturannya. PP no.19 tahun 2005  (akan dibahas di tuisan lain )

Masalah kedua yang muncul adalah masalah sosial : Siami didemo dan diusir.

Pak Menteri pendidikan yang ngurusi sontekan masal dan persoalan lain  kecurangan  tempat lain dari unas,(  yang menjadi masalah  substansional ), malah dibiarkan dan membantu memulangkan siami. bagus. Para Satpol PP menjaga rumah, pak Polisi menjaga kampungnya. dan sebentar lagi dipulangkan dan tenttu diantar dan dijaga aparat .    Apa sudah selesai ? Trauma keluarga Siami tentu tidak mudah hilang.  Rasa sesama wali murid lainya  Siami tentu masih membekas.  Akar masalah sosial belum ketemu ditambah ulasan media masa, televisi  dan koran yang membahas  , kadang tidak seuai dengan realita.  Ini menjadi runyam. masalah sosial tambah pelik.

Permasalahan sosial, tentu sama sulitnya dengan  menyelesaikan masalah kecurangan unas.  Masalah sosial perlu mencari akar masalah dan untuk dipecahkannya  diperlukan adanya pakar sosilogi, tokoh agama, tokoh masyarakat, birokrat, untuk duduk bersama (  kata Pak de Karwo: komunidankasih) untuk  saling  menerima dan memberi untuk niat baik menyelesaaikannya. Ini awal.  Semoga cepat selesai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters
%d bloggers like this: