KASUS ‘SIAMI’SEMOGA AKAN MENGAKHIRI KECURANGAN UN

KECURANGAN UJIAN NASIONAL (UN)  HARUS DIAKHIRI

OLEH : EDY SUYATNO

Sebenarnya  aroma kecurangan pada Ujian Nasional,  begitu semerbak, tapi setelah Siami melaporkan kasus nyontek masal di SDN Gadel II Surabaya, menyusul berita yang sama di SDN 06  Petang Pesanggrahan,Jakarta Selatan,  orang baru terbelalak. Apalagi Siami didemo sesama walimurid. Konon yang mendemo itu anti kejujuran. Apa  benar yang lapor jujur? Kata ki dalang Sujiwo Tedjo ” sekali jujur, 2-3 bohong terlampaui “( Jawa Pos, 19 Juni 2011).                  Yang jelas kecurangan harus diakhiri.

Sebenarnya kecurangan tidak hanya di tingkat sekolah dasar saja, tapi menurut berita  Kompas Com 25 April 2011, Ikatan Pelajar Muhamadiyah ( IPM ) memberikan temuannya terkait kecurangan Ujian Nasional;  yaitu terjadi di Yogyakarta, Aceh Utara, Bekasi, Probolinggo, Bengkulu, Lampung Tengah dll.  Disebutkan dengan jelas bahwa kecurangan adalah di SMAN 2 Bekasi, SMAN Sewon Bantul dan SMAN Yogyakarta,  kecurangannya sangat sistematis, terorgaanisir,  yaitu terbukti dari pengakuan siswa.  Siswa disuruh memakai celana dobel agar leluasa membawa ponsel. Katanya : Awalnya ragu atas informasi tsb.  hasilnya mencengangkan, karena kunci jawaban benar-benar sesuai dengan dalam ujian Nasional.   Semakin canggih sistem, semakin canggih kecurangannya.

Menurut Padang ekspres.co.id. 19-4-2011 ,Laporan yang diterima Koordinator Panitia Pusat UN 2011 Mansyur Ramli, di Sumatra barat ( Padang ) ada laporan masyarakat  bahwa soal-soal discan, hasilnya digarap ramai-ramai oleh guru yang masuk tim sukses bentukan kepala Sekolah.  Laporan yang kedua diterima dari Papua Barat, modusnya seperti di Sumbar.    Menscan  lembar jawaban  soal juga terjadi Yogyakarta,    Laporan dari wali murid SMAN 2  Yogyakarta.; ada SMS dari seseorang bahwa  jika membeli kartu perdana tertentu  akan mendapat kunci jawaban UN. Banyak anak akhirnya membeli kartu perdana yang dimaksud. dan banyak lagi . Yang jelas si penerima laporan, koord.Panitia UN Pusat akan meneliti laporan itu.  Itu pernyataan klasik! Tiap tahun laporan kecurangan ujian nasional selalu ada dan selalu akan diteliti. dan diteliti.  Yang jelas ada  kecurangan.  Kalau pejabat tidak tahu berarti, tidak peka. Karena sudah merbak baunya.

Kecurangan baru tahu, dan diakui  kalau sudah ditangani pihak kepolisian, seperti adanya joki di SMP PGRI Bojonegoro, Jawa Timur.

Banyak desakan, untuk meniadakan ujian Nasional.   Pak Nuh,menteri pendidikan, sudah sangat bijak dalam kasus di SDN Gadel II Surabaya , namun juga masih ditunggu kebijakannya untuk  menghilangkan kecurangan Ujian Nasional.

UN, katanya  dilaksanakan berdasarkan Peraturan pemerintah nomor  19 tahun 2005 , tentang Standar Pendidikan. Kalau ditiadakan berarti ada pelanggaran( komentar Ka Balitbang  Mansyur Ramly,  Jawa Pos 19 -6-2011). Namun jika UN tidak dilaksanakan sesuai dengan  PP.19/2005 berarti juga pelanggaran. Kalau banyak kecuranagan berarti itu lebih dari pelanggaran, dan yang bertanggung jawab siapa ?  Balitbang ? Kemendiknas ?

Yang pasti kecurangan pada Ujian Nasioal harus diakhiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters
%d bloggers like this: